Minggu, 04 Januari 2015

Liburan Panjang kami ke Lombok-April 2014

Alhamdulillah tepat tanggal 14 April 2014 adalah hari terakhir saya bekerja di PT. IAMI. lumayan ada waktu refreshing sebulan untuk liburan ke Lombok-Bali sebelum masuk ke PT. DNA. Start tanggal 24 April kami berangkat dari bandara Soeta menuju Bandara International Lombok.

Preparation sebelum check in Lion air bersama mami tercinta

Narsis dulu bisa kali at Bandara Soekarno Hatta


 Naik tangganya ngantri, bisa buat foto-foto dulu hehee

Check in sekitar jam 4 sore sampai Lombok jam 18.15 karna WIB dan WITA beda satu jam. Kaget pas sampai pintu keluar bandara sudah dijemput dengan keluarga kecilnya Lek Agus lengkap dengan mbak Nandang. Padahal mbak Nandang sedang dinas langsung dianter lagi ke rumah sakitnya hehee.

Malam hari disuguhkan dengan makanan khas lombok yaitu ayam taliwang dan cah kangkung. lumayan bisa ngerasain makanan khas disini. 

 Paginya saya bangunin aldi dan bapaknya buat antar saya ke pantai. karna pantai senggigi berada persis di depan komplek lek agus tinggal di mataram.

Inilah hasil potret dini hari jam 6 pagi waktu lombok. 

Pulang dari pantai senggigi, dedek yusuf bangun langsung ngedot di samping budhe sri (mami ku).

Pukul 6.30 mas aldi siap berangkat sekolah diantar bapaknya sekalian dinas.

Berat badanku ga kekontrol pas aku liburan ke Lombok. mind setku yang penting sehat lah ya.

 Kalo nyawanya mas yusuf sudah ngumpul, bisa senyum lebar gitu. =))

Mas yusuf dengan guling kesayangannya.

Hari pertama, jalan sore ke pantai Cakrenegara, tidak jauh dari Mataram naik keatas.

Suasana sore hari di Lombok


r
Tidak jauh dari pantai, ada pura Batu Bolong

 View pinggir jalan persis depan pura










Suasana pantai lombok hari pertama di sore hari


Tiba kita di tempat wisata pertama, pantai Lombok sambil menghias punggung tangan khas lombok.

Makanan khas lombok, sate bulayak.

Cocok minumnya es kelapa bulat.

Setalah makan waktunya kita menikmati air dipantai.

 Ngerasa cano di pantai Lombok.


Bisa kali menemani bule berjemur kulit hehee.


Mami juga ga kalah, mau narsis juga sama bule bule hihi =))


Aku, lek agus, mas aldi dan mas yusuf menikmati indahnya pantai.

Tujuan wisata kami di hari kedua adalah Gili Trawangan. Sepanjang perjalanan menuju dermaga, kita disuguhkan dengan monyet2 minta makan dengan aktivitasnya yang lain.

 Monyet disini sudah jinak tapi tetap hati-hati takut ditarik bajunya atau tangannya dan ga bisa pulang nanti hehe =))
Suasana di kapal bersama wisatawan domestik lainnya.

Kita siap ke Gili Trawangan, naik kapal.








Alhamdulillah tibalah kita di Gili Trawangan. 

Suasana Gili Trawangan yang banjir wisata asing berjemur badan.

Sebelum main air, kita isi perut dulu biar selalu segar dalam liburan kali ini.






Mami ga mau ketinggalan. semua wisatawan asing yang ditemui sebisa mungkin diajak berfoto bersama. oleh-oleh buat papi nanti katanya hehee.















Lumayan buat kenang-kenangan kata lek agus. beliau juga kali pertamanya ke Gili Trawangan


 Karyawan Isuzu mampir ke Gili Trawangan heehe =))

Ini peta buat mempermudah kita buat wisata.



Suasana perjalanan pulang ke kapal.



 Sepanjang perjalanan pulang kita ngeliat barang-barang dari kayu untuk dibawa oleh-oleh ke Jakarta.


Selamat tinggal Gili Trawangan. kami akan datang kembali insya Allah honey moon nanti hehee =))



Perjalanan pulang dari Gili terawangan yang disuguhkan adalah pemandangan Gunung
kalo ngeliat kebawah ada pantai ;))


Di hari ketiga tanggal 27 April 2014 kita menuju kerajinan Gerabah di desa Banyumulek.

Sebenarnya kami membawa 3 kerajinan dari sini, Pot bunga kecil untuk di meja kerja ku, 
asbak buat papi dan vas yang besar punya ibu. Tapi di perjalanan menuju Bali, vas bunga yang besarnya pecah sehingga kami memutuskan untuk meninggalkan vas nya di rumah pakde 
yang ada di Bali.

  Selesai ke Banyumulek, kami ke Taman Narmada lengkap dengan Pak lek agus dan
Bu lek Nandang beserta dedek aldi dan yusuf




Hari kedua kita di Lombok, Taman Narmada.
Lombok Barat





Konon di Telaga Padmawangi dibuat sebagai miniatur gunung Rinjani karena pada waktu itu Anak Agung Ngurah Karang Asem sudah tidak sanggup lagi naik ke gunung Rinjani, mungkin karena usianya yang sudah mulai menua. Oleh karena kita bisa lihat bahwa arsitektur Taman Narmada seperti taman yang bertingkat-tingkat seperti replika sebuah gunung.



Di dalam taman narmada ini ada pura yang agama lain pun boleh berkunjung kedalamnya. #mengenalbudayaIndonesia





Ini namanya air suci dari pura. seiap orang yang datang boleh meminumnya. 

Sebelum pulang kita narsis dulu sama wisatawan asing asal Argentina.


Esok hari, kami ditemani lek Nandang di rumah sambil berbincang-bincang. Malam pun datang dan kami bergegas ke taman kota.



Inilah sedikit cerita liburan kami selama di Lombok. Semoga bisa kembali lagi mengunjungi Mataram bersama Imamku nanti. aamiin..